Energi Maha Dahsyat Itu Bernama Keimanan

energi-maha-dahsyat-itu-bernama-keimanan

AKADEMI GURU AL FATIH | Energi merupakan daya atau kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu kegiatan, setidaknya demikianlah definisi energi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adapun dalam Al-Qur’an, energi disebut sebagai طَاقَة yang dimaknai dengan kesanggupan. Terdapat dua ayat dalam al-Qur’an yang mengandung kata طَاقَة yakni dalam surah al-Baqarah ayat 249 dan ayat 286.

Dulu ketika di bangku sekolah kita mengenal konsep “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan melainkan hanya bisa berubah bentuk” maka dalam sudut pandang Islam kita harus sedikit mengubahnya. Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan oleh manusia, tapi tidak dengan Allah. Sebab kita tentu yakin bahwa setiap material yang mampu menghasilkan energi, diciptakan oleh Allah dan Allah-lah yang memberikan energi pada materi-materi tersebut. Dengan demikian sudah jelas bahwa Allah juga mampu melenyapkannya.

Mengenai macam-macam energi, Al-Qur’an telah memberikan banyak sekali informasi untuk kita, mulai dari energi panas/ kalor yakni sifat api dan air di neraka yang sangat panas (surah Ghafir: 72), energi cahaya tentang sinar matahari yang terang benderang (surah an-Naba: 13), energi kinetik/ gerak dari angin yang menggerakkan awan (surah Faathir: 9) atau dari kecepatan orang-orang yang berlari di hari kiamat (surah Abasa: 34), energi bunyi yang kekuatannya begitu dahsyat sehingga mampu membinasakan kaum Tsamud (surah Hud: 67), energi potensial yang timbul karena perbedaan posisi tongkat nabi Musa yang semula dipegang kemudian dijatuhkan dan menjadi ular besar (surah al-A’raf: 107), atau energi mekanik yang muncul saat Maryam menggerakkan batang pohon kurma hingga kurma berjatuhan dan dapat ia nikmati (surah Maryam: 25). Dari ayat-ayat tersebut selayaknya membuat kita takjub bahwa tentang energi telah Allah kabarkan dari 14 abad yang lalu, maasyaAllah.

Energi adalah kekuatan yang diperlukan untuk melakukan suatu kegiatan. Dalam surah Quraisy Allah menjelaskan pada kita tentang perubahan energi kimia yakni makanan menjadi energi lain yang membuat manusia tak lagi lapar, aman dari rasa takut dan dapat beraktivitas. Angin dapat menggerakkan awan sehingga turun hujan di tanah yang tandus kemudian tanah tersebut menjadi subur dan tumbuhlah berbagai macam tanaman menunjukkan adanya perubahan energi kinetik menjadi energi kimia. Begitu seterusnya setiap aspek dalam kehidupan kita memerlukan energi. Termasuk berbagai fasilitas yang memudahkan hidup kita seperti listrik, kompor, berbagai alat elektronik, alat transportasi, alat komunikasi dan lain sebagainya.

Selain energi dari benda-benda materialistis, ada satu energi maha dahsyat yang telah Allah beri pada setiap diri kita. Dia bernama keimanan. Yang dapat berubah bentuk menjadi suatu usaha yang begitu luar biasa bahkan jauh dari jangkauan akal manusia.

Keimanan bahwa Allah tak akan menyiakan hamba-Nya lah yang membuat Ibunda Hajar rela ditinggal suaminya bersama bayi Ismail di lembah tandus tanpa perbekalan entah dalam waktu berapa lama. Keimanan akan rizki dari Allah lah yang membuat Maryam yakin bahwa dengan menggerakkan batang pohon kurma (padahal ia begitu lemah), Allah akan turunkan kurma untuk menambah kekuatannya. Keimanan akan janji pahala Allah lah yang membuat Bilal bin Rabbah rela ditindih dengan batu besar nan amat panas di tengah gurun yang begitu menyiksa. Keimanan akan kemenangan yang Allah janjikan lah yang membuat Rasulullah dan para sahabat teguh menyebarkan agama Allah meski lemparan batu dan kotoran hewan harus diterimanya setiap saat, meski celaan dan cacian sungguh sangat menyakitkan dada.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? *_*
Powered by