Kehamilan dan Mozart?

kehamilan-dan-mozart

Sebuah studi terkenal pada tahun 1993 yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa mendengarkan musik mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif anak. Sehingga studi ini membuat banyak orang tertarik untuk memperkenalkan bayi dan anak kecil kepada musik klasik. para pengusaha pun turut berlomba menjual konsep ini ke berbagai sekolah dan juga orang tua.

Namun, hasil studi oleh ilmuan Austria yang disiarkan oleh pada tahun 2010 mengatakan, tidak satupun terbukti bahwa mendengarkan musik Mozart, betapapun meriahnya musik tersebut, memiliki dampak pada kemampuan kognitif seseorang. Dalam studi ini, para peneliti di Univesity of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subjek. Kesimpulan mereka ialah tak ada yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.

Dalam Al-Quran, pembahasan terkait perbaikan generasi sudah dibahas di sebuat surat istimewa yang diberi nama Ali Imran atau dalam bahasa Indonesia, artinya Keluarga Imran. Tidak ada satu surat pun yang menggunakan kata “Keluarga” kecuali surat Ali Imran. Dan merupakan Keluarga yang dipuji dan disejajarkan dengan keluarga para Nabi. Allah berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًا وَءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمۡرَٰنَ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),” (Surah Ali-‘Imran 33)

Mari kita belajar dari Hannah, istri Imran ketika sedang mengandung seorang anak yang nanti ia beri nama : Maryam.

إِذۡ قَالَتِ ٱمۡرَأَتُ عِمۡرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرۡتُ لَكَ مَا فِى بَطۡنِى مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلۡ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”” (Surah Ali-‘Imran 35)

Dalam ayat ini dibahas tentang fase kehamilan, sebuah fase yang sangat penting untuk menciptakan generasi terbaik. Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa menyematkan harapan mulia bagi keturunan kita bahkan sejak masih dalam kandungan. Sekaligus berdoa untuk bayi agar ia kelak menjadi orang yang baik dan mulia ketika tumbuh dewasa. Karena bagi muslim, doa adalah sebuah kekuatan yang bisa memberikan banyak harapan.

Dan, sejarah mencatat, Maryam lahir sebagai seorang wanita suci yang dimasukkan kedalam 1 dari 4 wanita terbaik sepanjang masa yang Allah jaminkan surga padanya. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَآسِيَةُ

“Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.” (HR. Hakim 4853).

Jadi, kalo nanti kita atau istri kita hamil, pilih mana? Lebih ingin memperdengarkan musik klasik ala Mozart atau memperbanyak doa, bermunajat kepada Allah untuk calon anak kita?

Wallahu alam.


Tulisan ini terinspirasi dari salah satu pembahasan dalam buku Sentuhan Parenting karya Ustadz Budi Ashari, Lc. Sebagai referensi tambahan terkait data, bisa di cek disini :

https://www.nature.com/news/2007/070409/full/070409-13.html
https://www.sciencedaily.com/releases/2010/05/100510075415.htm

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? _