Menghadirkan Ruh Guru untuk Kegemilangan Generasi

menghadirkan-ruh-guru-untuk-kegemilangan-generasi

Ada ungkapan,

“Kun mualliman bi ayyi ardhin khathwah”

“Jadilah guru di bumi manapun kamu berpijak”

Betapa ungkapan ini begitu mulia dan menyentuh jiwa,. Betapa tidak, menjadi seorang guru itu bukanlah sekedar profesi, menjadi guru itu bukanlah sekedar sebuah pekerjaan. Apabila ada orang yang mengatakan pekerjaan saya atau profesi saya adalah guru, sebenarnya ia menyemai prinsip yang salah dalam dirinya sebagai seorang guru.

Hakikatnya, guru itu lebih dari sebuah pekerjaan, guru itu lebih dari sebuah profesi. Menjadi seorang guru adalah aktivitas mulia karena di level tertentu mengajar adalah tanggung jawab seorang muslim.

Allah mengatakan dalam surah Ali Imran ayat 110

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Menjadi guru adalah merupakan generasi ummat terbaik yang karena hal inilah sebab mengalirnya banyak kebaikan di tengah ummat muslim. Perbaikan ummat terhadap akhlaq, ilmu dan keteladanan perbaikan inilah yg ditempuh melalui pengajaran.

Muliakanlah Gurumu

Ada ungkapan bahwa

“Dalam kondisi tertentu seseorang harus memuliakan gurunya melebihi orang tuanya”

Karena ketika ia memuliakan gurunya pasti ia memuliakan orangtuanya. Yang menjadi sebab derajat guru setingkat lebih tinggi dari orangtua adalah karena orangtua adalah pemberi nafkah lahiriyah sedangkan guru adalah pemberi nafkah ruhiyah.

Begitu Tinggi derajat Guru

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam  dalam satu kesempatan bersabda

“Sesungguhnya aku diutus Allah hanyalah sebagai guru”

Kalimat ini jika dilihat dalam perspektif orang pada hari ini seperti orang yang tidak percaya diri sebagai seorang guru. Tapi kalimat ini jika ditinjau dalam ilmu balaghah atau dalam perspektif sastra merupakan ungkapan yang bertujuan untuk mengokohkan pujian dengan kalimat yang rendah atau dalam bahasa kita majas litotes. Tentunya jika kalimat ini diucapkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tandanya beliau tidak minder menjadi seorang guru, justru beliau ingin memuliakan derajat seorang guru. Betapa mulia dan tinggi derajat seorang guru karena peran guru merupakan peran yang sangat penting dalam pembangunan peradaban.

Pendidikan adalah panggilan Ilahi

Di dalam Al Quran Allah banyak sekali menyebutkan namanya dengan kalimat “Rabb”

dalam Al Quran terjemah artinya Tuhan, kalimat ini merupakan kalimat umum. Jika ditinjau lebih jauh kata rabb menurut pars ulama berasal dari kata tarbiyah yang maknanya adalah Allah mentarbiyahkan makhluk makhluknya.

Tugas Tugas Seorang Guru

  1. Membacakan ayat ayat Allah, tanda tanda kebesaran Allah
  2. Mengajarkan Iman, Kitab, Hikmah
  3. Mensucikan Jiwa

Tugas tugas inilah yang dikerjakan oleh para nabi dan rasul kita, demikian juga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Para shahabat adalah bukti kegemilangan generasi, (hasil pendidikan-red) dari gurunya (Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam).

Banyak ahli sejarah yang mengungkapkan bahwa tidak ada satupun lembaga yang kemudian meluluskan generasi terbaik secara massif melebihi madrasah Muhammad (Shalallahu ‘alaihi wa sallam).

Jika hari ini kita risau, dan gelisah dengan keadaan ummat islam saat ini, dan kita punya visi untuk menghadirkan generasi izzah, generasi yang mulia. Maka jalan besar yang dilalui oleh para nabi untuk itu semua adalah melalui jalan pendidikan.

Kita semua di sini adalah the real Arsitek Peradaban yang merancang bangunan hidup (manusia).

 

Penulis: Abu Maslamah Al Ishfihani/Abu Fyhan Qastantiniyyah (Mahasiswa AGA 7)

(Disarikan dari kuliah perdana AGA 7 dengan pemateri Ustadzuna Herfi Ghulam Faizi, Lc)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? _