Pesan dari Sang Waktu

pesan-dari-sang-waktu

AKADEMI GURU AL FATIH | Mata kuliah Quranic View mengajarkan saya untuk berusaha melihat setiap hal di sekitar kita dari sudut pandang Al-Quran. Sehingga dapat menyadari bahwa segala sesuatu diciptakan dengan manfaatnya masing-masing, tanpa kesia-siaan (surah Shad: 27). Terkadang kita melihat bulan, matahari, langit, bumi, air, tanah, berbagai hewan dan tumbuhan seolah hanya datang dan pergi, muncul dan hilang, sambil lalu tanpa makna. Padahal apabila kita mau memikirkannya, itu semua adalah wujud mahakarya Allah yang amat sempurna. Yang apabila kita renungkan, insyaAllah dapat membuat kita semakin tunduk pada-Nya.

Salah satu makhluk Allah yang bahkan di salah satu surah dalam Al-Quran, Allah bersumpah dengannya adalah masa atau waktu. Waktu adalah ukuran berlangsungnya suatu peristiwa. Ketika Allah bersumpah demi waktu sebagaimana dalam surah al-Ashr, maka sesungguhnya Allah sedang bersumpah demi seluruh kejadian/ peristiwa.

Setiap peristiwa terikat dengan waktu, demikian halnya dengan peristiwa yang kita alami. Setiap hal yang kita alami dapat disebut peristiwa karena ada dimensi waktu disana. Pernahkah kita merenungi mengapa Allah ciptakan waktu?

Kita mengenal waktu lampau. Masa lalu. Merupakan kumpulan peristiwa, kejadian, kisah yang sudah berlalu, yang telah terjadi, yang telah dialami baik oleh kita sendiri maupun orang lain. Apa yang kita pelajari dari masa lalu?

Ada perkataan bijak, “Dari masa lalu kita belajar”. Iya, dari peristiwa yang sudah terjadi kita belajar mengenai suatu perbuatan dan akibatnya, mengenai orang-orang yang selamat dan orang-orang celaka. Belajar dari kisah umat-umat terdahulu, misalnya. Atau kita belajar dari kisah kita sendiri, bagaimana kondisi kita lima, sepuluh, limabelas, duapuluh tahun yang lalu? Bagaimana keimanan dalam hati kita? Bagaimana amal perbuatan kita? Bagaimana akhlak kita? Yang dengan mengingatnya semoga memotivasi diri kita untuk semakin baik lagi ke depannya.

Kita mengenal waktu yang akan datang. Masa depan. Masa penuh rahasia yang masih Allah jaga sehingga kita tidak mampu menerkanya. Namun, Allah yang tidak terikat waktu telah menjelaskan bahwa ada masa depan yang pasti dialami oleh setiap manusia. Yakni kematian, kebangkitan dan pembalasan amal. Akan seperti apakah kita di masa depan? Bagaimana kondisi terakhir kita ketika ruh meninggalkan raga? Bagaimana keadaan kita saat dibangkitkan? Dan bermuara pada surga atau neraka-kah akhir perjalanan akhirat kita? Dengan mengilmui dan meyakini tentang peristiwa di masa depan ini, seharusnya kita tahu bagaimana menghadapi dan mempersiapkannya.

Kita mengenal masa kini, sekarang. Waktu yang saat ini kita berada dalam pusarannya. Detik demi detik yang sedang kita gunakan. Kita habiskan untuk apa? Setelah mengetahui bahwa masa lalu tak dapat diulang dan masa depan hanya Allah yang tahu, lantas bagaimana kita menggunakan masa sekarang?

Sungguh inilah masa beramal yang sebenarnya itu, kesempatan satu-satunya yang harus kita manfaatkan. Jika gagal maka kita akan merugi, sebab kita kehilangan kesempatan demi kesempatan.

Mengenali dan merenungi waktu. Yang sebelumnya mungkin selalu berjalan begitu saja. Hingga tak kita sadari bahwa ternyata kita sudah tak lagi muda. Entah sampai kapan Allah beri waktu untuk kita beramal dan mengumpulkan bekal perjalanan. Sebelum tiba waktu menunggu yang begitu lama, sebelum tiba waktu bagi kita untuk menerima siksa atau nikmat.

Maka bersama waktu yang senantiasa mengiringi setiap langkah kita, semoga Allah bimbing agar tak ada penyesalan. Sebelum masa kini berubah menjadi masa lalu, bagi kita di masa depan.

Oleh: Renita Putri Maharani
Mahasiswi AGA4

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? *_*
Powered by