Raksasa yang Tak Lagi Ditakuti

raksasa-yang-tak-lagi-ditakuti

AKADEMI GURU AL FATIH | Jumat sore saatnya menimba ilmu di AGA, ada yang berbeda di kelas hari ini saat melihat ke depan, samping dan belakang, saya mendapati teman-teman terisak menangis. Spesial memang di mata pelajaran Character Building hari ini, ehhhmm..sebenarnya hampir setiap pelajaran di AGA selalu spesial bagiku, bagaimana tidak kami selalu di buat berfikir, merenung, terenyuh, bahkan terdiam oleh ustadz-ustadz kami, lalu sekarang menangis.

Sedikit membahas materi hari ini, kali ini ustadz Baihaqi menjelaskan tiga cabang iman yang ada pada buku 77 cabang iman karya Imam Al Baihaqi, yang salah satu pembahasannya adalah “Tidak Membunuh Jiwa yang Allah Haramkan”.

Ustadz menjelaskan, masalah darah adalah masalah antar sesama yang akan diselesaikan pertama kali di hari perhitungan kelak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِى الدِّمَاءِ

“Perkara yang pertama kali akan diperhitungkan antara sesama manusia pada hari kiamat nanti adalah dalam masalah darah.” (HR. Bukhari no. 6864 dan Muslim no. 1678)

Bukan hanya menumpahkan darah secara langsung, hal-hal yang mampu mengarahkannya juga dilarang, misal kita dilarang menodongkan senjata tajam kepada saudara kita meski sekedar bermaksud main-main saja, begitu sangat diperhatikan bukan. Ustadz menyampaikan, jiwa seorang mukmin sangat mulia disisi Allah, padahal kita tahu ketika Allah sudah memuliakan seorang hamba maka penduduk langit dan bumi pun memuliakannya.

Renungan bagi kita, ketika sengaja atau tanpa sengaja menyakiti saudara kita, bukan hanya fisik melainkan juga perasaannya. Bukankah sangat keterlaluan diri ini yang masih menyakiti seorang hamba yang Allah dan makhlukNya saja memuliakannya. Begitu mulianya jiwa seorang mukmin di sisi Allah, hingga hal-hal yang bisa mengarah kepada menyakitinya pun dilarang.

Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Sungguh musnahnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim.” (HR. Muslim, An Nasa’i dan At Tirmidzi)

Hadist tersebut menjelaskan bahwa Allah sangat membenci orang yang menumpahkan darah orang mukmin di bumi ini, bahkan bumi dan seisinya tidak sebanding dengan jiwa seorang mukmin. Jika kita renungkan bagaimana tidak Allah begitu menyanyangi seorang mukmin, karena Allah yang menciptakannya, merawatnya, memberinya makan, menyayangi, menjaga lalu dengan mudahnya kita membunuh makhluk tersebut?

Misal saja, ketika kita mempunyai hewan peliharaan yang kita rawat, jaga, memberinya makan dan kasih sayang lalu tiba-tiba ada orang yang membunuhnya bagaimana perasaan kita?

Mari kita lihat keadaan saat ini, ketika saudara-saudara kita yang secara kejam di bunuh oleh orang-orang yang sangat membenci Islam. Sebenarnya kita pun sudah sering mendengar hal-hal semacam itu, kabar pembunuhan saudara Muslim kita di Suriah, pembunuhan dan pengusiran Muslim Rohingya di Myanmar, Uighur di Xianjing dan akhir-akhir ini saudara kita di New Zealand yang ditembaki secara masal ketika sholat Jumat.

Pertanyaannya adalah bagaimana perasaan kita sebagai seorang muslim mendengar kabar penumpahan darah atas jiwa yang di muliakan Allah? Semoga tidak ada yang menjawab “Tidak ada rasa apapun”, “Yang penting kita dan keluarga kita aman disini”, sungguh jawaban ini membuat kita bertanya kembali “Dimana Iman kita?” “Dimana perasaan kita?”.

Bukankah Rasulullah pernah bersabda:
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dulu ada muslimah yang dilecehkan ketika berada di toko pengrajin dipasar yahudi bani Qoinuqo, kemudian ia berteriak dan seorang laki-laki Muslim yang berada di dekatnya melompat ke pengrajin perhiasan itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi kemudian membalas dengan mengikat laki-laki Muslim tersebut lalu membunuhnya. Mendengar kabar ini Rasulullah bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qoinuqo dan mengepung mereka dengan ketat selama 15 hari, dan akhirnya Bani Qoinuqo pun menyerah.

Lalu bagaimana dengan saat ini pelecehan, pembunuhan terhadap kaum Muslim ada di mana-mana. Dimana dulu Islam sangat ditakuti musuh dan saat ini dengan seenaknya orang yang membenci Islam dapat berbuat semaunya, bukankah ini merupakan cukup bukti bahwa keadaan kaum muslim saat ini dalam keadaan sangat lemah, ibarat raksasa yang sedang tertidur, dan tidak ditakuti.

Wahai umat Islam mari kita bangun dari tidur pulas ini, sudah waktunya bagi kita untuk bangkit, mari kita bangun generasi yang gemilang untuk mengembalikan kejayaan islam yang telah dijanjikan Allah. Masih tenang kah kita melihat keadaan saat ini, tidak inginkah kita ikut ambil bagian dalam agenda besar ini? Kita tahu tugas ini berat, iya berat memang. berat jika sendiri tapi akan lebih ringan jika kita memperjuangkannya bersama-sama.

Oleh: E.Lis
Mahasiswi AGA4

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? *_*
Powered by