Terkadang Aku Butuh Menangis

terkadang-aku-butuh-menangis

AKADEMI GURU AL FATIH | Sudah tak mampu lagi untuk menahannya, bercucuranlah air mata, lantas terasa hati ini (nyes, adem, plong) karena terkadang aku butuh menangis. Kembali lagi pada kalimat yang membuat saya “jleeb” sekali.

Atau jangan-jangan kita yang tak pandai bersyukur

Suatu ketika Dosen bertanya “setuju tidak jika hewan-hewan yang diciptakan itu
semua bermanfaat untuk manusia” yang setuju berikan dalilnya, yang tidak setuju tidak perlu
cari dalil. Lalu salah satu Mahasiswa berbisik-bisik  dan bergumam “bagaimana dengan nyamuk? Apa manfaatnya
untuk manusia sedang dia sering menggingit dan mengambil darah kita?” Karena itu Mahasiswa
tersebut memberi pendapat belum setuju.

Tahukah siapa Mahasiswa tersebut? Itu saya –astaghfirullah– karena pendapatku itu, saya berfikir maksudnya manfaat untuk manusia saja atau untuk mahluk yang lain? Karena bagaimanapun juga kita semua meyakini bahwa apa yang diciptakan Allah tidak lah sia-sia semua ada maksud dan tujuannya lalu apa dalilnya? Karena saya belum menemukan dalil, ya saya terpaksa memberi pendapat satu-satunya, yakni belum setuju, sekali lagi belum setuju karena bisa jadi saya akan setuju saat mendapat dalil dan penjelasan yang lebih jelas.

Yuk coba buka Al Qur’an surat ke 38 ayat 27 yang artinya “Dan kami tidak menciptakan langit
dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan sia-sia”

Bisa jadi selama ini kita yang tak pandai bersyukur, tak pandai mengambil hikmah dari setiap
kejadian yang ada di sekitar kita. Kehadiran nyamuk, hewan kecil yang suka mengigit kita, mengganggu saat kita makan dan hendak istirahat, berisik dan mengganggu telinga, sehingga kita menganggap itu semua sebagai suatu gangguan. Namun cobalah sedikit merenung, baca dari sudut pandang Al Qur’an, sudut pandang Allah yang
menciptakan alam serta isinya, tidak ada kesia-siaan bagi-Nya.

Kehadiran nyamuk dirumah kita, bisa jadi karena rumah kita itu kotor atau ada ruang yang tidak terawat oleh kita, dan begitu juga kehadiran hewan lain yang sering kita anggap sebagai penggangu seperti kecoa dan tikus, itu juga bisa sebagai pengingat kita agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan rumah.

Lantas tiba-tiba Aku pun teringat pada kalimat keluhan seorang petani yang beberapa kali menanam tidak
kunjung panen karena kebanjiran “boro-boro panen tandurane ketilem terus (tenggelam terus) baru selesai tanam mau lilir ijo-ijo satu malam hujan blebeek bablas tengelam lagi”.

Sedih iya, mau marah marah ke siapa? Tak sadar terkadang kita malah menyalahkan Allah –Astaghfirullah- ampuni kami ya Rabb.

Padahal Allah berfirman dalam Quran surat Asy-Syuro:

وَلَوۡ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزۡقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٖ مَّا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرُۢ بَصِيرٞ  ٢٧

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”

Mari kita renungi apa maksud tujuan musibah ini?
Sudahkah kita bersyukur?
Sudahkah kita menjalankan perintah-Nya?
Sudahkah kita menjauhi larangan-Nya?
Sudahkah kita meningkatkan iman dan takwa kita?
Ya Allah Bimbinglah kami!

#QuranicView
#TemaHewan

Oleh: Suriyah
Mahasiswi AGA4

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? *_*
Powered by