Yang Sedang Diuji

yang-sedang-diuji
On frame: Fathan saat pembelajaran di tenda TAWAF

Karena duka, adalah juga luka.

Fathan: kemenangan. Seperti namanya, pulaunya sedang diuji untuk kemudian menang!

Fathan, siswa PAUD Al Huda, Dusun Mentigi yang, saat itu, kemana-mana harus digendong ibunya. Dengan raut muka tak terbaca. Diam. Kaku. Bahkan, untuk bersalaman dengan kami, ibunya harus menuntun dengan sabar. Ya, hanya untuk sekedar menggerakkan tangannya.

Gempa itu tak hanya menggetarkan tanah kelahirannya. Tapi juga jiwa polosnya. Dengan 4, 5, 6, sampai 7 SR yang seolah-olah belum ingin berhenti mengguncang pulau kecilnya, Lombok. Tatapan kosong. Bahkan saat berinteraksi, dia tak melihat kearah kami.

Hari demi hari bersama, ada yang mulai bersinar: matanya. Ada yang mulai merkah: senyumnya. Ada yang mulai menghangat: hati kami.

I never thought that love can heal every single wound until I met them.

Ya, bahkan luka dalam jiwa. Dengan sentuhan iman dan cinta, relawan Ta’awun dan Wakaf Al Fatih, hari demi hari membersamai, mengisi, serta meniti anak-anak Dusun Mentigi menjadi generasi Islami. Kami menyebutnya recovery iman. Karena bukankah segala urusan seorang muslim adalah baik? Pun jika itu ujian yang amat berat, bukankah itu jalan menuju sabar, yang kemudian mengantarkan pada surga, bagi hati-hati yang ridho dengan ketentuan Rabb-Nya? Dan dengan iman, bukankah goncangan seperti apa pun, akhirnya akan menjadi pengingat untuk terus mendekat pada Pemilik Semesta?

Hari demi hari, kami menjadi saksi bahwa iman adalah obat, adalah penawar bagi segala macam penyakit. Dan lihatlah, bagaimana kami menjadi saksi senyum-senyum yang merekah, tersebab iman yang terpupuk; tersebab sabar yang meluas; tersebab syukur yang tak terukur.

Mengajarkan mereka bersyukur akan nikmat sehat, saat rumah-rumah mereka tak selamat. Mengajarkan mereka bersabar saat yang tersisa hanya puing dan beling. Mengajarkan mereka bersyukur, akan Islam yang menjadikan kami bersaudara; yang membawa kami terbang dari pulau Jawa, menuju tanah surga: Lombok.

Dan saksikanlah, bagaimana iman bekerja. Dan saksikanlah, bagaimana Fatan dan teman-temannya yang lain berlari, berjalan beriringan menuju tenda sederhana TAWAF. Untuk kembali diisi. Untuk kembali dikuatkan akar keimanannya; untuk dilembatkan hatinya; untuk diindahkan akhlaknya.

Begitulah kami bergerak. Dan begitulah kemudian cara Allah menggerakkan hati-hati mereka untuk mengejar manisnya berada di tenda sederhana TAWAF taman-taman surga.

La hawla wala quwwata illa billahil’aliyyil’azhiim.

Semoga Allah memberkahi setiap jiwa yang memberi dan berjuang dengan Ikhlas– yang menjadikan Allah sebagai tujuan, dan mendidik sebagai jalan.

Selepas dari Lombok | Depok, 8 September 2018

Oleh: Siti Nurjannatun

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1
Assalamu 'Alaikum
Apakah ada yang bisa kami bantu? *_*
Powered by